Komet Lulin di Taiwan
Written by Yuherina   
Monday, 23 February 2009 18:55
Komet LulinKomet adalah benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbondioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma.  Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor (http://id.wikipedia.org/wiki/Komet).

Tidak semua komet menarik perhatian para ahli, namun hanya komet dengan karakter khusus saja. Salah satunya adalah Komet Lulin. Komet Lulin (C/2007 N3) pertama kali ditemukan oleh Quanzhi Ye, mahasiswa meteorologi di Universitas Sun Yat Sen, China diusianya yang ke-19 tahun pada bulan Juli 2007, namun berhasil diambil gambarnya oleh Chi Sheng Lin (National Central University, Taiwan) dengan menggunakan teleskop 16-inchi di  Lulin Observatory Taiwan pada malam 11 Juli 2007. Dari nama tempat pengamatannya inilah komet ini mendapat nama, Komet Lulin. Namun secara politis, komet ini diberi nama Comet of Cooperation.

Donald Yeomans, manajer program Objek Dekat (NEO) Bumi NASA menyatakan bahwa keunikan Komet Lulin dapat dilihat dari posisi nya yang begitu dekat dengan matahari, dimana belum pernah ada komet lain yang berada pada jarak sedekat ini dengan matahari sebelumnya.Sekali melenting di Matahari, kecepatannya akan bertambah dan segera meninggalkan pusat orbit parabolanya ke tepian tata surya. Hal lain yang menarik dari Komet Lulin adalah warnanya. Komet Lulin berwarna hijau, yang berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa. Kandungan gas murni yang terbentuk sejak komet Lulin lahir di awal pembentukan tata surya diperkirakan masih sangat banyak. Pengamatan terhadap gas yang dipancarkan selama "mengunjungi" Matahari akan membantu para ilmuwan menungkap rahasia kelahiran tata surya. Selain itu, Komet Lulin seolah-seolah memiliki dua ekor. Jika dilihat dari Bumi, selain ekor utama (tail) yang mengarah menjauhi Matahari juga terdapat ekor di depan mengarah ke Matahari yang disebut antitail. Astronom NASA Stephen Edberg menambahkan keunikan Komet Lulin, yakni jika planet-planet dan objek lain di tata surya mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, Lulin mengelilingi matahari searah jarum jam .
24 februari 2009, diprediksi Komet Lulin akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 0,41 SA atau 61.335.180 km. Pada saat itu, Komet Lulin akan tampak terang di angkasa dengan kecerlangan 4 atau 5 magnitud, dengan kata lain area dengan langit yang gelap akan dapat melihat keindahannya. Inilah untuk pertama kalinya Komet Lulin mengunjungi area bagian dalam Tata Surya, dan membiarkan dirinya mengenal sinar Matahari sehingga kejutan apapun bisa saja terjadi. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada sepertiga malam sejak pukul 03.00 beberapa jam sebelum Matahari terbit, Selasa dini hari. Arahkan pengamatan ke langit barat lalu carilah Planet Saturnus yang ada di dekat rasi Leo sebagai panduan. Planet keenam di Tata Surya tersebut sangat mudah dilihat dan dominan di pagi hari. Posisi komet akan berada beberapa derajat di bawah posisi Planet Saturnus. Pada kecerlangannya ini, komet hanya dapat dilihat di daerah yang sangat gelap dan tidak ada gangguan cahaya seperti di kota. Meski demikian, pengamatan terbaik menggunakan teleskop, baik yang sederhana maupun binokuler.

 

Komet Lulin dapat dipantau keberadaannya sampai awal Maret dan benar-benar menghilang pada bulan Mei tahun ini untuk dapat dilihat kembali seribu tahun kemudian. Jangan sampai kehilangan kesempatan melihat keagungan-Nya dengan mata (telanjang) kita sendiri Wink.

 

Untuk rekan-rekan yang tertarik lebih lanjut mengenai Komet ini dapat hadir pada :

1.  27 Februari 2009

  • 19. 30 : Observasi malam di National Central University
  • 19.30  : Observasi malam di Tainan County Planetarium
2.  28 Februari 2009
  • 14. 00 ; Taipe Astronomical Museum, pemaparan tentang Komet
  • 14. 00 : Tainan County Planetarium, pemaparan tentang komet oleh Mr. Lin Qisheng (National Central University)
  • 19.30  : Observasi malam di Tainan County Planetarium

 

 

 

Radio FORMMIT

FORMMIT on Youtube